Showing posts with label awas. Show all posts
Showing posts with label awas. Show all posts

Monday, 6 December 2010

Motorola Droid 2 Meledak di Telinga, Seorang Pria Luka Serius

aron embry

Aron Embry


Lagi asyik menelepon, tiba-tiba ponsel di tangan meledak! Itulah yang dialami Aron Embry (30), warga Texas, Amerika Serikat. Akibatnya, telinga kirinya mengalami pendarahan hebat.

Diberitakan mailonsunday.co.uk, Sabtu (4/12), Embry tengah mengemudi menuju ke tempat kerja, ketika ia menelpon seseorang. Namun, di tengah obrolannya, ponsel Motorola Droid 2 miliknya meledak.

Sejenak, Embry mengaku tak menyadari apa yang terjadi. Namun, ketika darah mengalir deras dari telinga kirinya, pria itupun panik bukan kepalang dan langsung memarkirkan mobil di sebuah sekolah dasar tempat istrinya bekerja dan meminta pertolongan, sekaligus meminta luka yang ia derita dipotret sebagai bukti.

Selajutnya, Embry langsung dibawa ke sebuah rumah sakit di Dallas dengan ambulans, di mana Embry menjalani scan dan menerima empat jahitan. Beruntung, pendengaran Embry tidak mengalami kerusakan permanen.

Embry mengaku tidak punya ansuransi untuk membiayai pengobatan sebesar US$4 ribu dan berharap Motorola mau mengganti biaya tersebut. Ia pun tengah mempelajari kemungkinan membawa kasus itu ke pengadilan.

Sedangkan pihak Motorola dalam pernyataannya menegaskan bahwa keselamatan pengguna produknya merupakan prioritas tertinggi, juga segera akan mengontak Embry untuk menyelidiki kasus tersebut.

Ponsel meledak merupakan kejadian yang jarang terjadi, namun untuk sejumlah kasus hal itu terkait dengan baterai lithium-ion yang terlalu panas dan memercikkan api.

Istri Embry, Kara, mengaku ia dan suaminya baru saja membeli dua ponsel tersebut dua hari sebelum meledak.

Sumber - Primaironline

Wednesday, 17 November 2010

Tidak Cantumkan Kandungan Kimia, Indomie Bodohi Rakyat?

Tidak Cantumkan Kandungan Kimia

Indomie Bodohi Rakyat

JAKARTA (Pos Kota) – Produsen Indomie, PT Indofood Sukses Makmur bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) jangan membodohi rakyat. Misalnya saja tidak mencantumkan komposisi produk di bungkus mi instan berpengawet jenis nipagin (methylparabenzoat).

“Pemerintah dan produsen harusnya jelas mencantumkan komposisi produk maupun bahan kimia yang digunakan pada bungkus mi instan,” tandas Dr. Budiawan, Direktur Pusat Kajian Risiko Bahan Berbahaya dan Keselamatan Lingkungan Universitas Indonesia (UI) saat dihubungi Pos Kota, Jumat (15/10) terkait penarikan Indomie dari seluruh jaringan swalayan negeri itu.

Menurut dosen toksikologi kimia UI itu, labelisasi produk pada setiap bungkus wajib bagi produk yang beredar di masyarakat. “Di bungkus Indomie seharusnya dicantumkan mengandung bahan kimia yang digunakan. Tapi ternyata itu tidak ada,” katanya. “Rakyat jangan dibodohi. Berilah penjelasan yang transparan dan terang benderang agar tidak membahayakan kesehatan.”

Dicontohkan, pada bungkus Indomie rasa ayam spesial, keterangan yang tercantum hanya yang umum seperti karbohidrat, serat makanan, gula, natrium, niacin, asam folat, zat besi, dan asam pantotenat. Di situ tidak ada sama sekali penjelasan soal nepagin.

Ia menambahkan, pemerintah juga wajib mengawasi peredaran makanan berbahan kimia ini. Budiawan yakin, tindakan pemerintah Taiwan menarik mi instan Indomie dari pasaran sudah benar karena sudah melalui studi dan riset laboratorium.

“Pemerintah Taiwan ingin melindungi rakyatnya dengan menarik Indomie. Pemerintah Indonesia seharusnya juga demikian,” katanya. “Aneh Indonesia memperbolehkan peredaran Indomie sedangkan di Taiwan dilarang.”

KAJI ULANG

Karenanya, ia mendesak BPOM mengkaji ulang penetapan kadar nipagin yang diperbolehkan. Jangan lantaran melihat Codex berstandar internasional lantas ditiru mentah-mentah tanpa ada kajian riset laboratorium mendalam.

Ia mengatakan, BPOM mentolerir kadar nipagin dalam makanan berpengawet sebanyak 250 mg/kg berat badan manusia. Artinya, dalam 1 bungkus Indomie terdapat 1 mg nepagin. Kondisi ini dianggap sangat berbahaya jika Indomie dikonsumsi tiap hari secara terus menerus. Apalagi sampai bertahun-tahun.

“Meskipun dalam 24 jam, 90 persen nepagin dikeluarkan kembali oleh tubuh, tetapi tetap saja berbahaya. Karena nepagin juga dibuat untuk bahan kosmetika,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat jangan mengkonsumsi Indomie berlebihan. Apalagi dijadikan sebagai makanan pokok seperti tayangan iklannya di televisi. Ironisnya, masyarakat Indonesia bagaikan diracuni produsen Indomie dan BPOM. Betapa tidak, konsumsi mi instan Indomie dari waktu ke waktu meningkat. Pada 1997 masyarakat Indonesia mengkonsumsi 42 bungkus Indomie perbulan. Pada tahun 2007 meningkat jadi 57 bungkus per bulan.

Kenaikan konsumsi ini jelas membahayakan. Karena menurut ahli gizi Dr Samuel Oetoro, mi instan sejenis Indomie terbuat dari karbohidrat buruk dan bisa mengakibatkan obesitas (kegemukan), diabetes (kencing manis) dan hipertensi (darah tinggi).
(aby/us)

sumber: poskota

Saturday, 30 October 2010

5 Langkah Bersihkan Account Facebook Dari Malware McD

5 Langkah Bersihkan Account Facebook



Jakarta - Sebuah program jahat yang mencatut nama 'McDonalds' merebak di Facebook. Jika menjadi korbannya, account Facebook Anda akan menyebarkan hal itu pada semua kenalan.

Tentunya hal itu sangat menyebalkan. Selain ada juga potensi dimanfaatkan untuk kepentingan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Simak langkah-langkah berikut ini seperti disampaikan Alfons Tanujaya, analis antivirus Vaksincom, yang dikutip detikINET, Sabtu (30/10/2010):

Jika anda sudah terlanjur menjadi korban dan menyebarkan Event Invitation pada seluruh kontak Anda, segera informasikan ke seluruh kontak Facebook Anda untuk tidak mengklik link yang diberikan apalagi sampai menyetujui instalasi aplikasi.

Hal di atas adalah langkah pertama, yang paling penting. Setelah itu, lakukan empat angkah di bawah ini untuk menghilangkan program jahat tersebut:
  • Klik [Account] [Privacy Settings]. Anda akan membuka menu “Choose Your Privacy Settings”
  • Klik [Edit your settings] dari menu “Applications and Websites” di pojok kiri bawah untuk membuka menu “Choose Your Privacy Settings > Applications, Games and Websites"
  • Klik [Remove unwanted or spammy applications] untuk membuka layar “Applications, Games and Websites > Applications You Use" dan klik tanda X di sebelah “Edit Settings”
  • Anda akan mendapatkan layar konfirmasi Remove, klik tombol [Remove] untuk menghapus program HD Video Player.