Showing posts with label ekonomi. Show all posts
Showing posts with label ekonomi. Show all posts

Thursday, 26 April 2012

Inilah Dampak Inflasi Terhadap Investasi


Tabungan Kita Akan Menyusut Akibat Dari Inflasi

Saya baru saja membaca berita di Yahoo, menurut laporan Bank Dunia, jika pemerintah jadi menaikkan harga BBM, maka tingkat inflasi di Indonesia akan naik sampai 8,5%. Naiknya harga BBM akan mengakibatkan harga barang dan jasa naik, sementara nilai rupiah masih tetap. Tingkat inflasi saat ini masih 4% berdasarkan data yang saya cek di situs bank indonesia. Namun jangan kaget bila suku bunga kredit pinjaman dalam tempo dekat akan naik lebih tinggi dari yang sekarang.

inflation


Yang memprihatinkan adalah mereka yang menabung di bank. Dengan tingkat bunga tabungan yang saat ini hanya 5%, maka masyarakat yang menabung bukannya untung tapi malah buntung. Secara riil uang mereka tidaklah bertambah, melainkan akan semakin berkurang dari tahun-ketahun bila tingkat inflasi benar-benar mencapai 8,5%.

Bagi Anda yang ingin mengetahui inflasi secara lebih dalam, berikut ada sebuah video yang menarik untuk bahan pembelajaran :



Dalam laporan Bank Dunia yang dilansir Reuters, tingkat inflasi dapat mencapai 5,4% tahun ini jika pemerintah terus mempertahankan harga BBM bersubsidi pada level saat ini berada, tetapi langkah tersebut akan menyebabkan defisit anggaran sebesar 3,1% dari PDB dibandingkan dengan 2,5% bila harga bahan bakar naik.

Kita sebagai rakyat kecil janganlah berpikir besok akan makan apa, tetapi kita harus berpikir cara bagaimana agar uang kita tidak tergerus pengaruh inflasi terhadap investasi. Kita harus mencari secara terus menerus investasi atau bisnis lain yang profitnya melebihi nilai inflasi yang sebesar 8,5%.

Pilihan investasi saat ini sangat banyak sekali, anda bisa pilih dari emas, properti, bisnis franchise ataupun trading. Tentunya itu kembali ke pribadi masing-masing. Dan karena kebetulan kita adalah trader, maka setidaknya berita yang saya tulis diatas harus membangkitkan semangat kita untuk semakin disiplin dalam trading dan konsisten meraih profit.

Keep profit by not relying on a single source of income
sumber

Wednesday, 27 October 2010

Indonesia akan menjadi raksasa ekonomi dunia 2050 bersama china, india, brasil dan rusia

RI Ingin Disejajarkan dengan China, India, Brasil, dan Rusia
Wahyu Daniel - detikFinance

Jakarta - Indonesia merasa layak disejajarkan dengan Brasil, Rusia, India, dan China (BRIC) sebagai kekuatan ekonomi baru dunia pasca krisis ekonomi global tahun lalu. Indonesia ingin masuk ke dalam jajaran negara berkembang paling berpengaruh di dunia.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi mengatakan, Indonesia memiliki karakteristik yang sam dengan BRIC yaitu negara berkembang yang besar dengan luas wilayah lebih dari 3 juta km2 dan penduduk di atas 100 juta, memiliki kapasitas ekonomi yang tinggi ditinjau baik dari sumber daya maupun potensi pasar, serta membukukan kinerja ekonomi yang istimewa (pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen per tahun).

"Indonesia memiliki semua prasyarat yang harus dimiliki untuk masuk ke dalam jajaran elit negara berkembang itu. Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menjadikan Indonesia sebagai 'I' tambahan pada akronim 'BRIC' sehingga menjadi 'BRICI'," kata Riswinandi dalam siaran persnya, Rabu (27/10/2010).

Menurut Riswinandi, salah satu upaya yang harus dilakukan Indonesia untuk bisa memperkuat klaim tersebut adalah meningkatkan daya saing nasional dengan cara mengoptimalkan produktivitas seluruh sumber daya yang dimiliki serta meningkatkan kemampuan berbagai institusi yang ada, terutama perusahaan yang merupakan mitra dari pemerintah sebagai penentu kebijakan.

Dikatakan Riswinandi, kinerja ekonomi Indonesia terus menunjukkan daya tahan dan perbaikan usai krisis finansial global pada 2008-2009. Setelah menjadi satu dari sedikit negara di dunia yang tetap bisa tumbuh positif di tahun 2008 dan 2009 bersama China dan India, laju ekspansi ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan akan mencapai 6%, yang artinya lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi Rusia yang kemungkinan tumbuh sebesar 4,3%.

Sedangkan, realisasi nominal produk domestik bruto (PDB) perkapita Indonesia (berdasarkanpurchasing power parity/PPP) pada 2009 berada pada kisaran US$ 3.900 atau lebih baik dari India yang hanya US$ 2.900.

Untuk lebih memperkuat klaim tersebut, Bank Mandiri berencana untuk mengadakan forum yang dinamakan Mandiri Economic Forum tersebut mengusung tema 'Indonesia: the next I in BRICI?' dan akan dilaksanakan pada tanggal 2 November 2010.

Event ini akan mengundang Professor Xavier Sala-i-Martin, Chief Advisor The Global Competitiveness Network di World Economic Forum. Professor Martin merupakan penggagas dari penyusunan indeks daya saing berbagai negara, di mana dalam edisi terakhirnya, peringkat Indonesia ternyata meningkat 10 tingkat ke posisi 44, lebih baik dari Negara BRIC lainnya (Brazil, Rusia, dan India).

BRIC merupakan sebuah istilah yang dipopulerkan oleh salah satu bank investasi terbesar global pada tahun 2001, untuk melambangkan empat negara berkembang terbesar (largest emerging markets), yang diprediksi akan menjadi empat ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2050.

Label ini kemudian telah menjadikan mereka sebagai tujuan utama para investor asing untuk menanamkan modal mereka, bukan hanya pada investasi portofolio, tetapi juga sebagai foreign direct investment (FDI).