Showing posts with label kontroversi. Show all posts
Showing posts with label kontroversi. Show all posts

Thursday, 14 July 2011

10 Kontroversi Dewi Persik


10 Kontroversi Dewi Persik


Kata 'kontroversial' sepertinya sudah sangat melekat dengan nama pedangdut Dewi Persik. Ia pun seperti sangat bersahabat dengan kontroversi yang secara tak langsung sekaligus ikut membesarkan namanya juga.

Masih ingat ketika kemben artis bernama asli Dewi Murya Agung itu melorot saat mengisi acara di salah satu stasiun TV pada 2005? Yang masih segar di ingatan tentu saat ia cakar-cakaran bersama Julia Perez, yang kemudian menyeret keduanya ke meja hijau.

Berikut 10 kontroversi mantan istri Saipul Jamil itu:

1. Kemben Melorot



Insinden kemben melorot dialami Dewi Persik tak hanya sekali. Pertama, terjadi saat ia mengisi acara ulang tahun sebuah radio swasta di Tegal, Jawa Tengah pada November 2007. Ini merupakan kali kedua kemben Depe sapaan akrab Dewi.

Sebelumnya, pada 2005 insiden serupa terjadi saat dirinya mengisi acara di SCTV. Busananya secara tak sengaja melorot dan memperlihatkan payudaranya.

2. Adopsi Anak



Setelah kontroversi kemben melorot, Dewi kembali mencuri perhatian publik dunia hiburan Tanah Air ketika ia memutuskan mengadopsi anak pada November 2007. Ironisnya, ia mengadopsi anak yang diberi nama Felice Gabrielle itu di tengah proses perceraian dengan Saipul Jamil.

3. Dua Kali Cerai



Kisah asmara pelantun 'Diam-diam' itu seperti selalu menemui jalan buntu. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga Dewi sudah dua kali gagal. Pernikahan pertamanya dengan Saipul Jamil luluh lantak saat ikrar perceraian dibacakan pada Desember 2007.

Setelah bercerai dengan Saipul, Dewi sempat digosipkan menikah dengan kekasih bulenya, Jusuf Ferry Dzaatz. Namun gosip itu buru-buru dibantahnya.

Belum kabar pernikahannya bersama sang bule reda, Dewi malah mengaku sudah menikah siri dengan Aldi Taher pada Juli 2008. Namun, pernikahan mereka kandas pada November 2009 dan ia kembali menyandang status janda.

4. Adegan Remas Payudara



Setelah kasus kemben melorot, ternyata Depe kembali terkenal lewat 'kasus' yang berhubungan dengan payudara. Kali ini, payudara mantan istri Aldi taher itu diremas oleh seorang penonton usai manggung pada awal 2008. Ia pun menghadiahkan bogem mentah kepada orang iseng tersebut.

Kembali, ternyata itu bukan yang terakhir. Kejadian yang sama terulang untuk kedua kalinya.

5. Film Kontroversial



Setelah cukup sukses menjadi penyanyi dangdut, Dewi Persik pada awal 2008 memulai karier filmnya lewat 'Tali Pocong Perawan'. Dalam film itu, ia diwajibkan beradegan ranjang dengab lawan mainnya.

Setahun kemudian, Dewi juga kembali menyuguhkan kontroversi saat melakoni adegan panas dengan sang mantan suami Saipul Jamil di film 'Setan Budeg' (2009). Tidak hanya itu, pada tahun yang sama Depe juga menebar kontroversi di film 'Paku Kuntilanak'. Kali ini, puting payudara Depe sempat nongol dan menggemparkan dunia film Indonesia.

Depe juga pernah menebar kontroversi dengan artis Indra L Bruggman saat adegan ciumannya dalam film 'Tiran: Mati di Ranjang' beredar di internet.

Wednesday, 29 September 2010

Tentang Q Film Festival Yang Didemo FPI

Sedikit Mengenal tentang Q! Film Festival


JAKARTA, KOMPAS.com
— Meski telah berlangsung selama delapan kali, Q! Film Festival yang digagas komunitas kalangan lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT justru baru populer di kalangan publik dalam beberapa hari terakhir ini.

Pada penyelenggaraan tahun ini, kegiatan tersebut makin menjadi pusat perhatian menyusul adanya aksi penolakan yang dilakukan ormas Front Pembela Islam (FPI). Ormas ini menggelar aksi demo dan bahkan mengancam akan melakukan aksi lebih tegas bila kegiatan ini masih tetap digelar.

Tahun ini, kegiatan pemutaran film dilakukan di 12 lokasi dengan menayangkan beragam film yang mengangkat isu tentang kehidupan kalangan LGBT. Kegiatan berlangsung sejak 24 September hingga 3 Oktober mendatang.

Film-film bermuatan LGBT inilah yang dianggap FPI akan merusak moral generasi muda.

Sebagai gambaran, Q-Film Festival sudah digelar sejak tahun 2002. Q sendiri berasal dari kataqueer yang berarti 'aneh' atau 'ganjil', sebuah istilah untuk kalangan LGBT.

Sejumlah jurnalis freelance, termasuk John Badalu, tercatat sebagai pemrakarsa festival film ini. Sejak awal, pemutaran festival film ini bertujuan mengangkat konflik-konflik kehidupan kalangan LGBT dari seluruh dunia dan keinginan mereka untuk mendapatkan pengakuan.

John Badalu adalah sosok yang yang menjadi inspirator kegiatan ini. Ia dikenal sebagai kritikus film, bahkan pernah didaulat sebagai juri khusus film-film gay di Berlin Film Festival ketika ia sedang studi di Eropa.

Seorang bloger gay dalam blognya menuturkan, lewat Q Fest, John berharap agar kalangan LGBT Indonesia bisa lebih berani menunjukan jati dirinya. Banyak sekali sisi negatif dari gay yang ditampilkan TV dan media massa. Karenanya, mereka berusaha menampilkan sisi positif dari komunitas gay lewat sebuah film.

Tak hanya mengangkat isu kehidupan yang berkaitan dengan kalangan LGBT, festival film ini juga ditujukan untuk mengangkat tema-tema terkait HIV/AIDS. Dari salah satu forum komunitas kalangan LGBT diketahui bahwa festival film ini awalnya ditujukan sebagai ajang alternatif dari film-filmmainstream di pasaran untuk mengangkat kesadaran terhadap isu-isu LGBT yang khusus bagi kalangan transeksual.

Ini terbukti dari penayangan film yang hanya boleh diikuti oleh kalangan terbatas. Mereka yang hendak menonton harus menjadi anggota dari komunitas yang menamakan dirinya Q-munity. Hadir pula sejumlah komunitas lain yang juga memberikan advokasi kepada para queer.

Sejak awal pula, festival film ini ditayangkan di sejumlah pusat kebudayaan, baik TIM maupun pusat kebudayaan negara sahabat. Meski selalu menuai pro-kontra dari tahun ke tahun, festival ini justru terus berkembang sampai tahun ini.

Perkembangannya ditunjukkan dengan ekspansi penyelenggaraan festival dari Jakarta ke sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Surabaya (5-10 Oktober), Malang (7-9 Oktober), Yogyakarta (11-15 Oktober), Bali (13-17 Oktober), dan Makassar (19-22 Oktober). Sebelumnya, festival ini juga sempat "mampir" di Purwokerto.

Bahkan, untuk Indonesia, Q-Film Festival menjadi festival film queer terbesar di Asia untuk saat ini. Selain pemutaran film, rangkaian festival juga terdiri dari pameran, acara literatur, pesta, danworkshop film. Dalam lima tahun, ada klaim bahwa sekitar 75.000 orang datang untuk menonton sekitar 500 film.

Untuk tahun ini saja di Jakarta, rencananya ada puluhan film yang akan ditayangkan, sepertiWomen on Top, Happy Hookers, MUNAFIK, Cin(T)a (God is A Director), My Buddy Claudia, sertaElvis & Madona.

Sumber: KOMPAS.COM Entertaiment