Showing posts with label kuno. Show all posts
Showing posts with label kuno. Show all posts

Sunday, 15 April 2012

Mau bayi perempuan atau laki-laki? Gunakan ilmu china kuno ini 99% akurat!


Menurut kabar,tabel ini dibuat berdasarkan teori "yin yang" pada jenis kelamin. Tabel ini ditemukan oleh peneliti Tiongkok di area kuburan raja2 (Royal Tomb) yg terletak di Beijing,Tiongkok berupa artifak kuno yg terkubur kurang lbh 700 tahun. Tabel ini diduga berasal dari & dibuat pd masa dinasti Song (tahun 960-1279) diduga untuk mendptkan anak dng jenis kelamin yg diinginkan. Artifak asli dr tabel ini saat ini disimpan di institut pengetahuan Beijing.


Penjelasan :

Usia istri dari umur 18 sampai 45 tahun pada baris atas dari tabel, sedangkan kolom kiri dari tabel menunjukkan BULAN PEMBUAHAN (bukan bulan kelahiran) dari anak yang diinginkan. Dengan berpedoman pada tabel diatas anda akan dapat memilih waktu kapan harus melakukan senggama menurut jenis kelamin anak yang diinginkan.



Contoh perhitungan :

Seorg ibu berumur 20 tahun berhubungan badan pd tgl 15 april & berada pd masa subur,asumsi kehamilan terjadi & pembuahan terjd pd tgl 16 april,maka anak yg lahir diprediksikan adalah L (laki2),lht dr tabel di atas.



sumber

Wednesday, 1 December 2010

[self improvement] Belajar Dari Kesalahan? Kuno!



Dari dulu hingga detik ini, saya yakin Agan pasti pernah denger anjuran-anjuran yang bunyinya kira-kira seperti ini, “Belajarlah dari kesalahan supaya ke depannya tidak terulang lagi.”

Kalau menurut saya, anjuran ini sudah kuno! Tapi, bukan berarti anjuran ini sudah tidak pantas untuk didengar lagi. Loh koq? Karena anjuran ini masih tetap valid alias masih perlu untuk didengar dan dilaksanakan. Trus, kenapa dibilang kuno? Karena sesungguhnya anjuran ini bisa dibuat lebih relevan ke kehidupan jaman sekarang.

1. Sebaiknya, kita tidak hanya belajar dari kesalahan kita sendiri. Tapi kita juga harus belajar dari kesalahan orang lain. Kalau sudah tahu di depan kita ada lubang dan sudah ada orang di depan kita yang ketika berjalan jatuh di lubang tersebut, kenapa kita harus jalan dan terjatuh ke lubang yang sama? Dengan belajarin kesalahan orang lain, kita akan bisa sampai ke tempat tujuan lebih cepat (karena tidak harus terjatuh dulu)

2. Jangan hanya belajar dari kesalahan. Belajarlah juga jadi keberhasilan. Saya tipe orang yang ngga gampang puas. Motto profesionalisme saya “Keep challenging yourself, never be satisfied, and always perform beyond expectation”. Nah, apapun yang telah saya lakukan, selalu saya analisa. Banyak orang hanya belajar dari kesalahan, dan ketika dia sukses melakukan sesuatu, dia tidak pelajari karena dia sudah puas dengan apa yang dia raih. Kalau saya, susah untuk puas. Jadi seberapapun keberhasilan yang saya raih, selalu saya analisa. Tujuannya apa? Supaya lain kali, saya bisa melakukannya lebih baik lagi!

3. Nah, kalau sudah tahu bahwa sebaiknya kita tidak hanya belajar dari pengalaman diri sendiri, dan juga jangan hanya belajar dari kesalahan… kalau digabungkan, sebaiknya kita juga belajar selain dari kesalahan orang lain, juga dari keberhasilannya! Kalau kita hanya belajar dari kesalahan orang lain, kita hanya bisa memperbaikinya. Kalau kita bisa belajar dari keberhasilan orang lain, berarti kita memiliki chance untuk bisa lebih berhasil dari yang dicapai orang itu! Alangkah lebih baik kan?

Jadi singkat katanya, ayo mulai sekarang Agan: “Belajarlah dari kesalahan dan keberhasilan diri sendiri dan orang lain!”

See you ON TOP!

Billy Boen

www.billyboen.com

Follow me on twitter: @billyboen

Baca tulisan saya "Hormat Pandang Bulu" di http://kickandy.com/friend/4/69/1989...t-Pandang-Bulu