Showing posts with label saham. Show all posts
Showing posts with label saham. Show all posts

Friday, 26 October 2012

Mengenal CROWDFUNDING Sebagai ALTERNATIF INVESTASI Yang DAHSYAT !

Apa itu crowdfunding? Mengapa fenomenanya begitu dahsyat?
Bagaimana crowdfunding sbg alternatif pengumpulan dana?
Bagaimana kita bisa memanfaatkan crowdfunding untuk melipatgandakan uang kita?

Crowdfunding, Wujudkan dan Masa Depannya di Indonesia

Penggalangan dana bersama untuk suatu proyek, apakah itu berhubungan dengan hal kreatif maupun sosial, bisa jadi cukup lama dilakukan di Indonesia. Membawanya ke ranah online adalah hal yang berbeda. Crowdfunding, begitu istilah populernya, merupakan cara baru untuk menggalang dana untuk mencapai tujuan. Melalui situs-situs tertentu, suatu proyek bisa diumumkan kebutuhannya dan jangka waktu penggalangan dananya. Sebagai imbalannya, pihak donatur dijanjikan sejumlah imbalan, dari mendapat produk setelah selesai ataupun iming-iming lain terkait hasil proyek.

Skema crowdfunding di Amerika Serikat sendiri bahkan sudah legal. Undang-undang Crowdfunding (Crowdfunding Act) digolkan di jaman Barack Obama untuk membolehkan pengusaha menggalang dana hingga $1 juta per tahun melalui portal crowdfunding yang terdaftar di SEC (semacam Bappepam LK-nya Amerika Serikat). Bagaimana dengan crowdfunding dan masa depannya di Indonesia?

Kami berbincang dengan Mandy Marahimin, co-founder Wujudkan yang merupakan salah satu alumni Jakarta Founder Institute angkatan pertama, melalui email. Wujudkan adalah salah satu situs crowdfunding yang paling dikenal, salah satunya saat berhasil menggalang dana untuk proyek film “Atambua 39° Celsius” yang membutuhkan dana lebih dari Rp 300 juta. Film ini sendiri digawangi oleh pembuat film terkenal, Riri Riza dan Mira Lesmana. Dibutuhkan 102 donatur untuk mencapai tujuan ini.

Kami menyoroti soal keberhasilan proyek crowdfunding di Indonesia. Sejauh catatan kami, baru dua proyek dari sekian banyak yang sudah terdaftar di Wujudkan yang berhasil mencapai target penggalangan dana. Pun begitu juga dengan situs-situs serupa, lebih banyak gagal ketimbang berhasilnya. Mandy menjawab bahwa problem utama adalah masalah kepercayaan untuk transaksi keuangan melalui Internet. Crowdfunding sendiri sebenarnya bukan masalah karena orang Indonesia sudah terbiasa mengumpulkan uang/dana untuk suatu hal.

Seperti dikutip oleh Mandy, menurut data MarkPlus Insight 2011, pengguna online banking hanya 25% dari total pengguna Internet (di Indonesia). Sejauh ini, Mandy mengkonfirmasi hanya 10% dari transaksi yang dilakukan ke Wujudkan yang menggunakan online banking. Selebihnya berarti transfer melalui ATM. Meskipun demikian Mandy optimis bahwa hal ini akan berubah seiring dengan semakin nyamannya orang Indonesia melakukan transaksi keuangan secara online.

Sejujurnya ini merupakan hal baru buat kami. Bukan hal baru soal kepercayaan untuk transaksi keuangannya, tapi asumsi awal kami bahwa problem dengan crowdfunding di Indonesia lebih banyak berhubungan dengan kepercayaan terhadap pengelola proyeknya. Meskipun demikian, kami berpikir bahwa Wujudkan sudah melakukan seleksi ketat terhadap setiap penyelenggara proyek, sehingga kredibilitas Wujudkan (dan layanan crowdfunding sejenis) menjadi taruhannya seandainya nanti ada pengguna dana yang menyelewengkan dana kelolaannya.

Tentang maraknya proyek-proyek lokal yang juga mencoba peruntungan di Kickstarter, pihak Wujudkan sendiri sudah aware terhadap hal ini. Meskipun demikian, sesungguhnya mencoba mendaftar di Kickstarter tidaklah mudah. Mereka mewajibkan pendaftar untuk memiliki akun Amazon Payments — di mana pendaftar haruslah memiliki Social Security Number, memiliki alamat dan akun bank di Amerika Serikat, serta memiliki kartu debit atau kredit dari bank ternama di sana.

Ini untuk memudahkan pertanggungjawaban terhadap penggunaan dana yang digalang melalui portal crowdfunding seperti ini. Jika ada proyek (yang dilakukan di) Indonesia yang ditampilkan di sana, berarti pembuatnya ada yang memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat.

Terakhir soal issue penggunaan situs crowdfunding sebagai sarana sambilan untuk menggalang dana — di mana proyek bakal jalan dan tidak bergantung pada kesuksesan mereka saat crowdfunding, Mandy menyebutkan pihaknya tidak akan menghakimi mereka karena ini sepenuhnya adalah hak pembuat proyek.

Untuk mereka yang memiliki kepedulian yang sama soal crowdfunding tentunya akan dirangkul dan dianggap partner dalam mengkampanyekan penggunakan crowdfunding. Di sisi lain, sama sekali tidak ada larangan jika hanya ingin sekedar menggalang dana melalui Wujudkan. Selama proyek tersebut memenuhi syarat pasti tetap bakal ditampilkan di Wujudkan.


sumber


Uinvest.com.ua – invest your money to the shares of real businesses

IKUTI DISKUSI TENTANG FENOMENA UINVEST DI KASKUS: 
Perusahaan CROWDFUNDING Terhebat Dimana Kita Bisa Mendapatkan Profit Hingga 20% Tiap Bulan

Monday, 4 June 2012

Saham Facebook Ambles 30% Sejak IPO

Saham Facebook Ambles 30% Sejak IPO


Dua minggu sudah berlalu sejak Facebook melangsungkan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO). Sahamnya, terus melemah dan belum berhenti bergerak ke bawah membuat investor bertanya-tanya, akan berhenti sampai di mana koreksi tersebut?

Pada perdagangan Senin waktu setempat, saham Facebook sempat menyentuh posisi terendah di US$ 26,44 per lembar, 30% di bawah harga IPO US$ 38 per saham. Sahamnya ditutup di level US$ 26,9 per lembar.

"Sulit sekali untuk berspekulasi jika Anda punya saham Facebook saat ini," kata Analis dari Bernstein Research, Carlos Kirjner, dalam laporannya yang dikutip AFP, Selasa (5/6/2012).

Kirjner merekomendasikan jual untuk saham Facebook. Pasalnya, dalam 12 bulan ke depan, ia memproyeksikan harga saham perusahaan milik Mark Zuckerberg itu akan berada di kisaran US$ 25 per lembar.

Menurutnya, melambatnya jumlah pengguna baru Facebook tahun ini diperkirakan akan menahan laju harga sahamnya. Tak hanya Kirjner, analis lain juga memprediksi hal yang sama.

"Ada banyak tanda-tanda kalau saham Facebook akan menjadi instrumen investasi yang buruk," kata Oliver Pursche, Direktur Utama Gary Goldberg Financial Services di New York.

"Kami minta investor untuk menghindari saham ini karena kami belum tahun nilai (Facebook) yang sebenarnya," tambahnya.

Raksasa jejaring sosial itu menjual saham perdananya 18 Mei lalu dan berhasil meraup US$ 16 miliar, menjadikannya IPO teknologi terbesar sepanjang masa.

Sayangnya, saham Facebook tidak pernah jauh-jauh dari harga IPO US$ 38 per lembar di hari pertamanya. Selanjutnya, saham Facebook malah terus-terusan melemah sampai perdagangan kemarin.

Wednesday, 25 April 2012

Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini

Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.

Dengan banyaknya instrumen investasi, jika salah satu gagal, Anda masih punya cadangan. Selain itu, sebuah investasi yang baik tak melulu bernilai besar. Percuma nilainya besar instrumennya keliru.

Sebaliknya, sebuah investasi bernilai kecil, di instrumen yang tepat bisa memberikan imbal hasil cukup tinggi bahkan berkali-kali lipat.

Dalam memulai sebuah investasi Anda tidak bisa terburu-buru, seperti kata pepatah, biar lambat asal selamat. Mulailah secara perlahan dan bertahap, sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit.

Kuncinya, bagi Anda yang tidak punya modal gede, buatlah jadwal rutin berinvestasi dengan nilai semampunya. Begitu portofolio anda sudah terbentuk, tinggal diatur saja setiap bulan untuk penambahan atau penarikan dana.

Jadi, investasi apa saja yang seharusnya masuk dalam portfolio? Semuanya tergantung Anda sendiri, namun seperti dikutip dari Best Stock Today, Kamis (25/4/2012), beberapa instrumen ini bisa membantu anda membangun portofolio yang solid.


Saham pemberi dividen
Salah satu cara terbaik membangun portofolio adalah memiliki saham-saham yang rutin memberikan dividen tiap tahun. Hasil dari dividen itu bisa anda pakai untuk berbagai hal, sebagai tambahan penghasilan atau membeli saham lagi untuk dilipatgandakan seiring waktu.

Obligasi
Dengan membeli surat utang alias obligasi, berarti anda meminjamkan uang kepada organisasi atau institusi, baik pemerintah maupun swasta. Anda akan mendapat bayaran bunga secara berkala sampai jangka waktunya habis (jatuh tempo) dan uang Anda dikembalikan.

Properti
Jika Anda properti (bisa rumah, apartemen atau bahkan hanya tanah) dan disewakan kepada pihak lain, Anda akan punya penghasilan bulanan atau tahunan yang rutin. Duit tambahan ini fleksibel, bisa dipakai untuk keperluan Anda atau dipakai membeli properti baru.

Pinjaman lunak
Cara satu ini sedikit berisiko, namun juga menguntungkan. Jika punya uang lebih, Anda bisa memberikan pinjaman lunak kepada teman atau saudara, dengan bunga yang cocok tentunya.

Produk dengan imbal hasil tinggi
Ada banyak produk yang menawarkan imbal hasil tinggi, contohnya reksa dana atau tabungan berjangka. Bahkan tabungan yang biasa saja ada yang punya bunga lebih tinggi dari tingkat inflasi (meski sangat jarang ditemukan di Indonesia). Simpan sejumlah uang di instrumen seperti ini untuk tambahan penghasilan.

Setiap kali berinvestasi, Anda harus ingat dan siap dengan potensi kerugian alias kehilangan. Bisa saja Anda melihat bisnis properti jatuh, atau saham-saham turun hingga ke titik terendah.

Bahkan, dengan produk nyata seperti tabungan saja punya potensi untuk tergerus karena bunga tahunannya yang lebih rendah dari laju inflasi. Jadi, pastikan Anda paham betul akan risiko masing-masing instrumen sebelum berinvestasi.

--------------------------------------
UINVEST adalah Perusahaan yg sedang berkembang cepat menangani proyek proyek bernilai jutaan dollar dan akhir thn ini sdh berusia 5 tahun di bisnis keuangan. UINVEST adalah perusahaan resmi terdaftar di EROPA DAN USA. UINVEST juga sebagai member di BEVERLY HILLS CHAMBER OF COMMERCE di USA.

Melalui UINVEST, kita bisa dng mudah membeli saham-saham perusahaan dari seluruh dunia dng PROFIT sampai 20 persen tiap bulan! Sudah banyak orang yg menikmati profit dari UINVEST, bagaimana dng anda? Ikuti diskusinya di forum terbesar di Indonesia, KASKUS: klik disini