Ada banyak artikel menarik diantaranya:
- Cinta Laura
- Sedia Kondom di Toilet
- Seks bebas remaja, ditolak tapi dilakukan
Baca gratis online disini:
http://edisi.hariandetik.com/?xml=Pagi&iid=64812

Jakarta- Robot seks yang dikembangkan di AS akan masuk Inggris. Robot yang memiliki anggota badan bisa bergerak itu bisa berfungsi penuh dan bahkan merasakan orgasme.
Scott Maclean, warga AS yangmengerjakan prototipe robot itu sejak 2004, mengatakan telah dihubungi oleh pelanggan Inggris.
“Kami sudah mendapat beberapa kontak dari Inggris, termasuk seorang pria yang menglaim bahwa ia seorang duke. Kami juga punya beberapa orang dari Eropa, Rusia, Korea, serta wilayah lain.
“Aku telah diminta orang untuk membuat robot yang terlihat seperti Angelina Jolie, Pamela Anderson dan Michael Jackson. Tapi aku tidak bisa membuat model orang-orang terkenal tanpa izin dari sang bintang”.
“Beberapa minggu lalu aku berdiskusi dengan seorang wanita yang menginginkan seseorang yang tampak seperti Graham Norton. Dia terdengar serius,” kata Maclean mengatakan pada The Sun.
Douglas Hines, 48, telah mengembangkan Roxxxy dengan tinggi 167 cm. Robot ini terbuat dari silikon hypoallergenic dan memiliki rambut manusia.
Laporan media mengatakan bahwa Roxxxy mampu berbicara dan bahkan mampu mensimulasikan orgasme.
“Kami memiliki hubungan dengan distributor dewasa di London. Kami berharap mereka akan mengirim ke Eropa pada akhir tahun ini,” kata Douglas.
Seorang pria yang beralih ke fantasi robot setelah ditinggalkan pacarnya mengatakan “Salah satu hal yang lebih disukai memiliki pendamping robot karena robot tidak membuat Anda patah hati”.
“Mereka tidak memiliki masalah emosional, mereka tidak pergi karena Anda tidak punya cukup uang atau tidak membawa mobi,” katanya.
TRIBUN-TIMUR.COM - 66 persen remaja putri usia sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) tidak lagi perawan. Data ini beradasar hasil Survei Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang dilakukan secara nasional.
Itu artinya remaja zaman sekarang rentan terhadap seks bebas dan narkoba akibat kurang kontrolnya terhadap perkembangan teknologi informasi yang menyebar secara bebas.
"Jika teknologi informasi yang berkembang pesat saat ini tidak dilakukan kontrol dan pemahaman dengan baik, akan menjadi titik awal mula seks bebas dan penyalahgunaan narkoba," ujar Pemerhati Kesehatan Reproduksi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Aisyiah Surakarta, Maryatun pada seminar tentang "Kesehatan Reproduksi Remaja dan Narkoba" di Sukoharjo.
Menurut Maryatun, pada saat usia-usia remaja ini, satu dari tujuh anak laki-laki sudah mulai coba-coba, baik terhadap seks, rokok, maupun narkoba.
Dengan demikian, sangat mungkin terjadi peningkatan angka kejahatan reproduksi dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja saat ini.
"Misalnya soal kehamilan usia dini atau kehamilan akibat tindak kejahatan, dan perilaku seks bebas yang terjadi pada remaja," katanya.
Menurut survei, katanya, saat ini didapati bahwa usia rata-rata pernikahan terjadi pada umur 19 tahun.
"Hal ini tentu sangat bahaya dan tidak baik terhadap kesehatan reproduksi, karena seluruh organ reproduksi belum terbentuk sempurna," katanya.
Ia mengatakan, pernikahan secara ideal mulai pada usia 21 tahun. "Terkait hal tersebut, saat ini kami memang gencar melakukan penyuluhan bagi para pelajar mengenai pemahaman akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja dan bahaya narkoba," katanya.(*)

