Showing posts with label sinetron. Show all posts
Showing posts with label sinetron. Show all posts

Wednesday, 12 December 2012

Si cantik Raline Shah - Raline Rahmat Shah : Artis Pemain Film 5cm Putri Indonesia

Raline Rahmat Shah (lahir 4 Maret 1985; umur 27 tahun) adalah seorang aktris Indonesia. Ia dikenal ketika menjadi salah satu dari finalis Puteri Indonesia 2008 dan menjadi puteri favorit.[1] Setelah itu, banyak tawaran di dunia hiburan yang ia terima, antara lain menjadi MC untuk acara Kitchen Beib di Global TV, bintang iklan, maupun berakting. Dia mendapatkan pendidikan tinggi dari National University of Singapore di bidang ilmu politik, dan meraih gelar B.A in Political Science and New Media & Communications (Hons).

Filmografi

    5 cm (2012)

Iklan

    XL
    Pond's
    Vitalong C
    UOB
    Nivea
    Phillips
    SKINZ

Videoclip/Music video

    Supernova- Terlalu Mendamba
    Anji- Berhenti di Kamu

Inilah Model Yang Disebut-sebut Bakal Menggeser Luna Maya


Inilah model yang disebut-sebut bakal menggeser posisi Luna Maya. Dialah Raline Rahmat Shah atau biasa dipanggil Raline. Disini bisa ditemukan profil Raline Shah, kumpulan foto cantik dan seksi Raline Shah dan semua tentang Raline Shah. Raline yang lahir pada tanggal 4 maret 1985 ini, selain cantik dan pintar juga pandai bernyanyi. Raline Rahmat Shah merupakan Puteri Favorit di ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2008. Saat itu yang menjadi pemenang adalah Zivanna Letisha Siregar. Sebelumnya Raline berhasil menjadi pemenang Putri Sumatera Utara 2008. Raline Rahmat Shah lahir dari keluarga terpandang. Ayahnya, Rahmat Shah adalah Konsulat Kehormatan Turki di Medan. Raline juga merupakan keponakan dari Anuar Shah alias Aweng, Ketua Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Utara. Raline yang mahir berbahasa Inggris dan Perancis ini pernah meraih penghargaan 'Gold International Youth Award' tahun 2004. Raline juga pernah bekerja di Kedubes RI sebagai MC for tourism event. Sekilas wajahnya seperti perpaduan antara Manohara Odelia Pinot dan Velove Vexia.







Friday, 17 February 2012

BREAKING NEWS: John Kei dan Artis Alba Fuad Ditangkap


JAKARTA- Desember 2008 lalu nama John Refra alias John Kei— tokoh kepemudaan asal Maluku—akrab ditelinga masyarakat Jawa Timur karena ‘diungsikan’ menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkait kasus pemotongan jari dua orang keponakan sendiri. Namanya kembali menghebohkan Tanah Air, Jumat (17/2) malam dia ditangkap lagi di Hotel C’One, Pulomas, Jakarta Timur karena iduga terlibat pembunuhan PT Sanex Steel, Tan Hari Tantono alias Ayung 26 Januari 2012 lalu.

Tragisnya, pengusaha debt collector ini kala ditangkap juga terpergok sedang nyabu (konsumsi sabu-sabu karena ditemukan alat isap (bong) ) bersama artis perempuan era 80-an yang berinisal AF. Menurut ciri-ciri yang disebutkan, keturunan arab dan masih saudara rocker era 80-an, diduga artis tersebut adalah Alba Fuad, keponakan Ahmad Albar.

Penangkapan berlangsung dramatis, karena polisi menurunkan ratusan personil dan melumpuhkan John Kei dengan menembak kaki kanannya.

Proses penangkapan sendiri dinilai cukup cepat, yakni hanya butuh waktu 15 menit untuk melumpuhkan tokoh pemuda yang acap kali bersinggungan dengan aksi kekerasan di beberapa wilayah ini. "Prosesnya sangat cepat, tidak sampai setengah jam. Saya kira 15 menit," ujar Tito Refra, adik kandung John Kei, di RS Polri Soekanto, Jumat (17/2) malam.

Saat ini, artis yang merupakan adik dari rocker era 80-an itu masih diperiksa intensif di Mapolda Metro Jaya. Saat ditangkap, wanita keturunan Arab itu mengenakan baju warna hitam. Kuasa hukum John Kei, Taufik Candra membenarkan soal penangkapan kliennya itu. "Iya betul," kata Taufik.

Kepolisian Daerah Metro Jaya membenarkan bahwa penangkapan John malam itu terkait pembunuhan bos PT Sanex Steel, Ayung alias Tan Hari Tantono (50). John Kei disebut-sebut sempat datang ke hotel di mana Ayung dibunuh, beberapa saat setelah empat orang masuk lebih dulu ke kamar 2701. Hal itu terekam dalam CCTV (circuit closed television) hotel.

Kasus itu, menurut Kepala Satuan Kejahatan Kekerasan (Jatanras) Kepolisian Daerah Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Helmy Santika, terkait kasus pembunuhan mantan Direktur Power Steel, Tan Hary Tantono (45). Harry dibunuh dengan luka penuh tusukan di Swiss Bel Hotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Januari 2012 lalu.

Polisi sudah menetapkan lima tersangka terkat kasus itu. Mereka adalah C, A, T, DK, dan KP. C, A, dan T menyerahkan diri sehari setelah pembunuhan terjadi. Adapun DK dan KPK ditangkap polisi.

"Kelimanya diduga ada kaitannya dengan John Kei," kata Helmy Santika, Sabtu (18/2). "John Kei juga berada di hotel tersebut pada saat kejadian,"

Kasus ini semakin menunjukkan titik terang setelah dua pelaku lainnya yakni DN dan KP ditangkap petugas. Semua tersangka mengaku membunuh Ayung karena dibayar. Petugas pun mencurigai ada otak dibalik pembunuhan tersebut.

Mengenai ini, Pengacara John Kei, Taufik membenarkan kliennya berada di hotel tersebut pada malam penusukan. Tapi, ia mengatakan, pada saat penusukan terjadi, John Key sudah pergi ke tempat lain. “Jadi ceritanya anak buah John minta waktu untuk bicara dengan korban. Mereka naik ke kamar, sementara John pergi ke luar,” kata Taufik. Keterangan itu, kata Taufik, juga sudah tercantum di berkas acara pemeriksaan (BAP) kelima tersangka.dtc,viv

Jejak ‘Keganasan’ John Kei

1999 : Tokoh pemicu konflik antar agama Maluku

12 Oktober 2004 : Pembunuhan berencana Basri Sangaji (pimpinan mafia Ambon lainnya), John Kei hanya dimintai keterangan

Maret 2005 :Perang antar geng di Ampera, Jakarta

19 Juli 2008 : Kasus pemotongan jari keponakan sendiri (Jemri Refra dan Charles Refra) divonis 8 bulan penjara.

10 Februari 2011 :Kasus pembakaran rumah warga,John Kei hanay dimintai keterangan

SUMBER

Tuesday, 5 July 2011

Wow, Ultah ke-17, Nikita Willy Dapat Hadiah Mobil 3,4 M



Ulang tahun ke-17 atau sweet seventeen, tak akan pernah terlupakan oleh artis Nikita Willy, pasalnya kekasih Bara Tampubolon ini menerima hadiah sebuah mobil Cadillac Escalade ESV warna putih seharga 3, 4 Miliar dari kedua orangtuanya.
Menurut Nikita, sweet seventeen-nya ini, sudah disiapkan oleh kedua orang tuanya jauh-jauh hari. Dirinya pun cukup surprise karena tidak menyangka menerima hadiah sebuah mobil mewah.

“Ya alhamdulillah banget ada juga di ke-17 tahun pesta. Udah dipersiapin matang-matang sama Mama. Tapi cukup surprise. Tanggal 29 juni dapat surprise dari temen-temen. Sekarang sama mama dan papa,” terang Nikita saat ditemui di Rolling Stone Cafe, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (04/07)

Mobil buatan Amerika dengan no pol B 94 IKI tersebut, memang terlalu besar jika dikendarai oleh Nikita sendiri. Nikita memastikan untuk mengendarai mobil mewah tersebut ia masih akan memakai supir untuk mengantarnya. Walaupun begitu Nikita sangat bersyukur karena menerima hadiah seperti apa keinginannya.

“Seneng banget. 17 tahun kan udah boleh nyetir. Sudah ada SIM. Itu pakai supir. Aku duduk di belakang. Masih kecil. Senang dengan Mama yang tahu apa yang aku mau,” jelas Nikita.

Saturday, 16 April 2011

Wah...Pelaku Bom Cirebon, Kakak Artis Sinetron

Muhammad Syarif, lelaki yang disebut-sebut sebagai pelaku pengeboman masjid di kompleks Polresta Cirebon adaah kakak dari pemain sinetron sebuah stasiun televisi swasta. "Adiknya Muhammad Syarif main sinetron di televisi, itu loh yang judulnya 'Air Mata Surga'," kata Supandi, Ketua RT 003/06, Kelurahan Pekalipan, Kecamatan Pekalipan, Cirebon, Sabtu (16/4).

http://image.tempointeraktif.com/?id=72085&width=380
Kadiv Humas Irjen Pol. Polri Anton Bachrul Alam menunjukkan wajah pelaku pemboman di masjid Mapolresta Cirebon, di RS Polri Soekamto, Jakarta, (16/4). ANTARA/Rosa Panggabean
Menurut Supandi, Syarif adalah anak keempat dari delapan bersaudara. Ketiga kakaknya yaitu Diana, Lis Ambarwati dan Suherman. Ia memiliki adik Nurlela, Basuki, Imam Aji dan Muhammad Fatoni. "Imam Aji, anak nomor tujuh itulah yang pemian sinetron," kata Supandi. "Juga bintang iklan telepon seluler."

Menurut dia, tetangga sekitar rumahnya mengenal Syarif sebagai sosok yang sering marah kepada keluarganya. Dia bersama ibu dan saudara-saudaranya tinggal di Pekalipan sejak 1999. Ayahnya, Gofur (60 tahun), tak tinggal di rumah itu karena sudah bercerai dengan ibunya, Ratu Srimulat, 56 tahun. "Selain suka marah, Syarif mudah terpengaruh dan agak lemah pikir," kata Supandi.

Syarif meninggalkan seorang istri yang sedang hamil. Kedua orangtua Syarif dan adik bungsunya, Muhammad Fatoni, Jum'at (15/4) malam dijemput polisi, dibawa ke Jakarta sekitar pukul 22.00 WIB.

sumber