Showing posts with label tissue. Show all posts
Showing posts with label tissue. Show all posts

Saturday, 31 March 2012

[Kisah haru] Kejujuran 2 bocah penjaja tissue di pinggir jalan




Kejujuran sebuah kata yang sangat sederhana tapi sekarang menjadi barang langka dan sangat mahal harganya. Memang ketika kita merasa senang dan segalanya berjalan lancar, mengamalkan kejujuran secara konsisten tidaklah sulit, tetapi pada saat sebuah nilai kejujuran yang kita pegang berbenturan dengan perasaan, kita mulai tergoncang apakah tetap memegangnya, atau kita biarkan tergilas oleh keadaan. Sebuah kisah kejujuran yang sangat menyentuh hati, dua orang anak kecil menjajakan tisu di pinggir jalan. Membuat kita mesti belajar banyak tentang arti sebuah kejujuran.


Siang ini, tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia super. Mereka makhluk-makhluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberangan Setia Budi, dua sosok kecil berumur kira-kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue di ujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan, “Terima kasih Oom!” Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk ke arah mereka.


Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain di atas jembatan, menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki-laki itu pun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi-lagi sayup-sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tempat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok di sudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu, dua pertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan.

Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum di wajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang menggayuti langit Jakarta.


“Terima kasih ya mbak … semuanya dua ribu lima ratus rupiah!” tukas mereka, tak lama si wanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah.


“Maaf, nggak ada kembaliannya … ada uang pas nggak mbak?” mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.


“Oom boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan?” suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah. “Nggak punya!”, tukas saya. Lalu tak lama si wanita berkata “Ambil saja kembaliannya, dik!” sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya ke arah ujung sebelah timur.


Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget, setengah berteriak ia bilang “Sudah buat kamu saja, nggak apa..apa ambil saja!”, namun mereka berkeras mengembalikan uang
“Maaf mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !”


Akhirnya uang itu diterima si wanita karena si kecil pergi meninggalkannya. Tinggallah episode saya dan mereka. Uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar “Om, bisa tunggu ya, saya ke bawah dulu untuk tukar uang ke tukang ojek!”

“Eeh … nggak usah … nggak usah … biar aja … nih!” saya kasih uang itu ke si kecil, ia menerimanya, tapi terus berlari ke bawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek. Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya, “Nanti dulu Om, biar ditukar dulu … sebentar.”

“Nggak apa apa, itu buat kalian” lanjut saya. “Jangan … jangan oom, itu uang oom sama mbak yang tadi juga” anak itu bersikeras. “Sudah … saya ikhlas, mbak tadi juga pasti ikhlas !”, saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari ke ujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat.


Secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari ke arah saya. “Ini deh om, kalau kelamaan, maaf ..”. Ia memberi saya delapan pack tissue. “Buat apa?”, saya terbengong “Habis teman saya lama sih oom, maaf, tukar pakai tissue aja dulu”. Walau dikembalikan ia tetap menolak.


Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastik hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung di sana, sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu, dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah. “Terima kasih Om!”..mereka kembali ke ujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan, “Duit mbak tadi gimana ..?” suara kecil yang lain menyahut, “Lu hafal kan orangnya, kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin …….”.


Percakapan itu sayup sayup menghilang, saya terhenyak dan kembali ke kantor dengan seribu perasaan. Tuhan, hari ini saya belajar dari dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh, mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra, mereka tahttp://www.blogger.com/img/blank.gifhu hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang tissue.


Dua anak kecil yang bahkan belum balig, memiliki kemuliaan di umur mereka yang begitu belia. Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. Apa yang bukan milik kita, pantang untuk kita ambil.


YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO

sumber

Monday, 28 March 2011

11 kotak tisu terkreatif! MUST SEE ...

11 kotak tisu terkreatif versi oddee.com!
Ok para pengunjung stopremedial.blogspot.com , kali ini gw akan membawa lw ke dunia orang-orang dengan otak yang super kreatif yang akhirnya bisa membuat kotak2 tisu yang gokil ini! Ayo kita liat satu-satu. Artikel ini juga cocok buat kamu yang lagi nyari ide untuk membuat prakarya.


1. Big Maoi tissue dispenser

Wow. Ini adalah tempat tissue yang bentuknya patung moai itu loh, patung yang terkenal banget, soalnya patung-patung itu tersebar begitu aja di sebuah pulau ga berpenghuni,easter land. (ntar gw bahas deh di blog ini tentang misteri patung maoi) dan jumlahnya banyaaak banget. Patungnya besar banget dang a ada yang tau siapa yang buat. . tinggi kotak tisu ini 34 cm dan harganya $57.82 us dollar. Keren ya keliatannya?


2. cover kotak tissue shakespeare

bosen ngeliat kotak tisu mu bentuknya gitu-gitu aja? Atau udah punya cover nya tapi ngebosenin bentuknya? Nah ini nih cocok buat lw. Cover kotak tisu berbentuk muka nya shakespeare.!! (kenapa tisu nya harus keluar dari hidungnya sih?)



3. cover kotak tisu parasut.

Wahaha apaan lagi nih, cover tisu bentuknya kyk parasut. Kreatif juga,seolah2 si penerjun paying ini lagi ngembangin parasutnya begitu kita ngambil tisu.


4. kotak tisu “apple”

mungkin yang unik dari kotak tisu ini adalah karena kotak tisu ini mirip CPU computer.. krik krik


5. magic hat tissue box

nah sekarang siapapun bisa main sulap dengan kotak tisu ini, bahkan lw yang selalu gagal menipu teman-teman lw! Tunjukan pada mereka kalo lw bisa ngeluarin tisu banyak banget dari topi ini!


6. kotak tisu bersin


wah gokil, setiap lw ngambil tisu, muka orang di kotak tisu ini hidungnya akan menyala merah dan ngeluarin suara bersin! Kreatif banget ni pembuatnya. Harganya $19.98 loh


7. kotak tisu kue


cocok banget nih buat hadiah ulang tahun...


8. kotak tisu ”make a face”

kotak tisu ini cocok banget buat kamu yang suka ber-prakarya. Dengan kotak tisu ini, kamu bisa ngeprint sendiri foto muka kamu, atau bayi tetangga? Kamu juga bisa nambahin asesoris lainnya kyk kacamata sama idung merah


9. tisu hitam


inovasi baru dari jepang.. tisu warna hitam!! Dengan make tisu ini, kamu bakal keliatan lebih cool. Apalagi buat co2. lw akan terlihat misterius. Tapi kan kalo tisu ini dibuat ngelap ingus jadi jorok dong, ingus kan warna putih. Pasti bakal keliatan banget kalo di elap pake tisu macam gini.


10. kotak tissue spiderman


nah sekarang spiderman ga Cuma bisa ngeluarin jaring dari tangannya. Tapi juga tisu. Hoho


11. kotak tisu dengan kamera DVR tersembunyi

kotak tisu ini adalah kotak tisu yang dilengkapi dengan kamera pengintai. Mungkin dimasukin ke dalam kotak tisu supaya orang ga sadar kalo mereka lagi di intai. Resolusi video nya lumayan loh, 720 x 480 resolution.. kamera ini berjalan dengan baik di keadaan cahaya terang dan cahaya remang-remang. Kamera ini bisa di charge, ada memory card slot nya, dan bisa dikendaliin sama remote. Harganya $599.95 . mau?