Tuesday, 2 August 2011
Monday, 1 August 2011
Tips Menghindari Asap Rokok Bagi Perokok Pasif
Jakarta, Paparan racun dalam asap rokok dapat menyebabkan asma, kanker dan masalah serius lainnya. Anda tidak merokok karena Anda memahami bahayanya, tetapi bagaimana dengan asap rokok yang terpaksa kita hirup sehari-hari?
Asap rokok dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dari penyakit jantung hingga kanker. Memahami apa yang terkandung di dalam asap rokok dan pertimbangkan cara-cara untuk melindungi diri sendiri dan orang lain yang Anda cintai dari asap rokok.
Baik asap yang dihembuskan dari para perokok di sekitar kita ataupun asap yang datang langsung dari produk tembakau yang dibakar (asap sidestream), keduanya merupakan asap rokok yang dapat membahayakan kesehatan. Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia beracun, termasuk:
- Benzena
- Karbon monoksida
- Kromium
- Sianida
- Formaldehyde
- Lead
- Nikel
- Polonium
Partikel berbahaya yang terdapat di dalam asap rokok dapat bertahan lama di udara selama berjam-jam. Asap rokok untuk waktu yang singkat dapat mengiritasi paru-paru dan mengurangi jumlah oksigen dalam darah. Paparan berulang atau yang berkepanjangan dari asap rokok sangat berbahaya. Residu yang menempel di rambut dan pakaian perokok, serta bantal, karpet dan barang lain juga dapat menimbulkan risiko, terutama bagi anak-anak.
Anda dapat mengurangi atau menghilangkan paparan asap rokok dengan cara sederhana seperti dikutip dari Mayoclinic, Senin (1/8/2011), antara lain:
1. Jangan perbolehkan orang merokok di dalam rumah Anda
Jika anggota keluarga atau tamu ingin merokok, minta mereka untuk merokok di luar rumah. Jangan mengandalkan AC, ventilasi atau jendela yang terbuka dapat membersihkan udara dari asap rokok sepenuhnya.
2. Jangan perbolehkan orang merokok di dalam mobil Anda
Jika ada yang harus merokok ketika perjalanan, maka berhentilah di sebuah tempat peristirahatan (rest area) untuk merokok di luar mobil.
3. Jadikan ruang kerja Anda sebagai "No Smoking Area"
Bahkan kipas atau ventilasi yang baik sekalipun tidak dapat secara efektif menghilangkan asap rokok dari udara.
4. Jika harus ke tempat umum, maka pilihlah "No Smoking Area"
5. Jaga jarak dengan perokok jika terpaksa harus satu ruangan di tempat umum
Jika Anda harus berbagi ruang dengan orang yang merokok, duduklah sejauh mungkin dari mereka.
6. Tawarkan dukungan berhenti merokok
Jika memiliki pasangan, anggota keluarga dan kerabat dekat yang merokok, maka tawarkan dukungan dan dorongan agar mereka berhenti merokok.
Apabila pasangan, anggota keluarga, dan kerabat dekat tidak merokok, maka setidaknya setiap harinya kita tidak harus bertoleransi terhadap asap rokok.
sumber: detikhealth
Mau kaya? Berhutanglah !
Mau Kaya? Berhutanglah
Mungkin anda ngga ngerti apa arti judul tulisan ini, "Loh, bukannya yang biasanya berhutang adalah oang miskin?"
Iya, benar,... orang miskin pada umumnya memiliki banyak hutang. Jelassss, karena untuk memenuhi biaya hidupnya sendiri aja susah, jadi dia harus ngutang sana sini.
Tapi, bukan berarti yang berhutang hanyalah orang miskin. Orang yang super kaya pun memiliki banyak hutang. Dan, jangan heran kalau hutangnya orang kaya biasanya buanyaaaaaakkkk bangettttttt.
Kalau orang miskin yang memiliki pendapatan (misal) Rp.200 ribu/bulan, memiliki hutang Rp.2juta, berarti ratio pendapatan berbanding hutangnya adalah 1:10.
Nah, tau ngga kalau orang kaya berhutang, rationya bisa 1:30, malah bisa lebih! Jadi, jangan kira mereka yang punya property ratusan hektar, hotel bintang lima, mall, dsb itu ngga punya hutang. Mereka pada umumnya mungkin hanya punya uang 20-30%, sisanya hutang.
Dan, mereka itu orang-orang kaya di Indonesia, yang kalau ketika dinilai assetnya, triliunan. Masih ingat bahwa rumus Kekayaan = Modal + Hutang? Jadi kalau kalau triliunan kekayaannya, berarti itu udah termasuk uang yang dimiliki ditambah hutangnya!
Apa yang ingin saya sampaikan di sini? Prinsip Robert Kiyosaki yang pada prinsipnya bilang: Kalau mau kaya, berhutanglah. Koq bisa? OK, gini ilustrasinya...
Kalau anda punya Rp.100juta, dan mau buka restoran. Anggaplah restoran dengan modal kelipatan Rp.100juta akan menghasilkan untung bersih Rp.20juta/bulan. Berarti dalam 1 tahun, anda akan mendapatkan keuntungan bersih Rp.240juta.
Nah sekarang, bandingkan kalau...
anda punya Rp.100juta, dan berhutang ke Bank Rp.400juta. Berarti restoran anda akan bisa menghasilkan keuntungan bersih Rp.100juta/bulan. Berarti dalam 1 tahun, anda mendapatkan keuntungan Rp. 1.2M. Setelah bayar hutang ke Bank pun, anda masih memiliki Rp.800juta dikurangi bunga Rp. 60juta (15% per annum) = Rp. 740juta
Jadi di akhir tahun pertama, anda akan memiliki Rp.740juta kalau diawal berhutang Rp.400juta, dan ini jauh lebih besar dibandingkan dengan Rp.240juta uang yang anda miliki apabila anda memilih tidak berhutang sama sekali.
Tulisan saya ini hanya ilustrasi mudahnya. Karena memang tidak ada rumusan yang pasti dalam berbisnis, banyak faktor X-nya. Bukan berarti kalau modal dikalikan 5, profit juga pasti akan menjadi 5 kali lipat. Tujuan tulisan ini, hanya untuk membuka pemikiran anda sekalian... karena inilah memang kenyataan yang ada.
Para orang kaya itu, memang memainkan game ini di kehidupan nyatanya sehari-hari. Dan, mau tau apa 1 rahasia lagi? Semakin besar hutangnya, semakin 'lunak' si Bank dalam menagih hutangnya. Jadi jangan heran kalau ada orang kaya yang 'bangkrut', dia akan tetap diberikan kelunakan dalam memenuhi kewajibannya. Jelas, Bank kan juga mau uangnya balik, jadi mereka akan berbaik hati melunakkan jadwal pengembalian hutang, juga bunganya.
Mau kaya? Berhutanglah... (DENGAN CERMAT)!
Billy Boen
CEO, PT Jakarta International Management
President Director, Rolling Stone Cafe Jakarta
Baca juga:
www.billyboen.com/jangan-pernah-sungkan
www.billyboen.com/ngga-bisa-atau-ngga-benar2-mau
www.billyboen.com/komunikasi-kunci-sukses
Twitter: @billyboen
FB: www.facebook.com/billyboenYOT
Author:
"Young On Top" - 30 Rahasia Sukses di Usia Muda
"TOP Words" - Kisah Nyata & Inspiratif 21 Orang TOP Indonesia
"Hidupkan Suksesmu" - Rangkuman Pikiran & Nilai Untuk Sukses
Tweet
Mungkin anda ngga ngerti apa arti judul tulisan ini, "Loh, bukannya yang biasanya berhutang adalah oang miskin?"
Iya, benar,... orang miskin pada umumnya memiliki banyak hutang. Jelassss, karena untuk memenuhi biaya hidupnya sendiri aja susah, jadi dia harus ngutang sana sini.
Tapi, bukan berarti yang berhutang hanyalah orang miskin. Orang yang super kaya pun memiliki banyak hutang. Dan, jangan heran kalau hutangnya orang kaya biasanya buanyaaaaaakkkk bangettttttt.
Kalau orang miskin yang memiliki pendapatan (misal) Rp.200 ribu/bulan, memiliki hutang Rp.2juta, berarti ratio pendapatan berbanding hutangnya adalah 1:10.
Nah, tau ngga kalau orang kaya berhutang, rationya bisa 1:30, malah bisa lebih! Jadi, jangan kira mereka yang punya property ratusan hektar, hotel bintang lima, mall, dsb itu ngga punya hutang. Mereka pada umumnya mungkin hanya punya uang 20-30%, sisanya hutang.
Dan, mereka itu orang-orang kaya di Indonesia, yang kalau ketika dinilai assetnya, triliunan. Masih ingat bahwa rumus Kekayaan = Modal + Hutang? Jadi kalau kalau triliunan kekayaannya, berarti itu udah termasuk uang yang dimiliki ditambah hutangnya!
Apa yang ingin saya sampaikan di sini? Prinsip Robert Kiyosaki yang pada prinsipnya bilang: Kalau mau kaya, berhutanglah. Koq bisa? OK, gini ilustrasinya...
Kalau anda punya Rp.100juta, dan mau buka restoran. Anggaplah restoran dengan modal kelipatan Rp.100juta akan menghasilkan untung bersih Rp.20juta/bulan. Berarti dalam 1 tahun, anda akan mendapatkan keuntungan bersih Rp.240juta.
Nah sekarang, bandingkan kalau...
anda punya Rp.100juta, dan berhutang ke Bank Rp.400juta. Berarti restoran anda akan bisa menghasilkan keuntungan bersih Rp.100juta/bulan. Berarti dalam 1 tahun, anda mendapatkan keuntungan Rp. 1.2M. Setelah bayar hutang ke Bank pun, anda masih memiliki Rp.800juta dikurangi bunga Rp. 60juta (15% per annum) = Rp. 740juta
Jadi di akhir tahun pertama, anda akan memiliki Rp.740juta kalau diawal berhutang Rp.400juta, dan ini jauh lebih besar dibandingkan dengan Rp.240juta uang yang anda miliki apabila anda memilih tidak berhutang sama sekali.
Tulisan saya ini hanya ilustrasi mudahnya. Karena memang tidak ada rumusan yang pasti dalam berbisnis, banyak faktor X-nya. Bukan berarti kalau modal dikalikan 5, profit juga pasti akan menjadi 5 kali lipat. Tujuan tulisan ini, hanya untuk membuka pemikiran anda sekalian... karena inilah memang kenyataan yang ada.
Para orang kaya itu, memang memainkan game ini di kehidupan nyatanya sehari-hari. Dan, mau tau apa 1 rahasia lagi? Semakin besar hutangnya, semakin 'lunak' si Bank dalam menagih hutangnya. Jadi jangan heran kalau ada orang kaya yang 'bangkrut', dia akan tetap diberikan kelunakan dalam memenuhi kewajibannya. Jelas, Bank kan juga mau uangnya balik, jadi mereka akan berbaik hati melunakkan jadwal pengembalian hutang, juga bunganya.
Mau kaya? Berhutanglah... (DENGAN CERMAT)!
Billy Boen
CEO, PT Jakarta International Management
President Director, Rolling Stone Cafe Jakarta
Baca juga:
www.billyboen.com/jangan-pernah-sungkan
www.billyboen.com/ngga-bisa-atau-ngga-benar2-mau
www.billyboen.com/komunikasi-kunci-sukses
Twitter: @billyboen
FB: www.facebook.com/billyboenYOT
Author:
"Young On Top" - 30 Rahasia Sukses di Usia Muda
"TOP Words" - Kisah Nyata & Inspiratif 21 Orang TOP Indonesia
"Hidupkan Suksesmu" - Rangkuman Pikiran & Nilai Untuk Sukses
Friday, 29 July 2011
(motivasi nih)7 kebiasaan yang membuat hidup menjadi kaya
Sering kali kita berpikir, bagaimana caranya agar kita bisa kaya secara materil dengan waktu cepat, tapi sedikit di antara kita tidak memikirkan arti kaya yang sebenarnya, kebiasaan kita sangat menentukan arah yang akan kita lalui, ini sedikit motivasi buat agan-agan sekalian yang semoga berguna buat yang membacanya:

1. Kebiasaan mengucap syukur
Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang baik, tapi juga dalam kesussahan dan hari-hari yang buruk. Ada rahasia besar di balik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen Keller yang buta dan tuli sejak usia dua tahun, telah menjadi orang yang terkenal dan dikagumi di seluruh dunia. Salah satu ucapannya yang banyak memotivasi orang adalah, “Aku bersyukur atas cacat-cacat ini, aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku”. Memang sulit untuk bersyukur, namun kita bisa belajar secara bertahap. Mulailah mensyukuri kehidupan, mensyukuri berkat, kesehatan, keluarga, sahabat, dan sebagainya. Lama kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan dan situasi yang buruk.
2. Kebiasaan berpikir positif
Hidup kita dibentuk oleh apa yang paling sering kita pikirkan. Kalau selalu berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi yang yang positif. Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah kepada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita. Sering-seringlah memantau apa yang sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera ke arah yang positif. Jadikanlah berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.
3. Kebiasaan berempati
Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain. Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginannya dan menangkap motif di balik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois, yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati, namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain, belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda, dan sebagainya.
4. Kebiasaan mendahulukan yang penting
Pikirkanlah apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah. Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yg tidak, kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda efektif dan produktif dan meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.
5. Kebiasaan bertindak
Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan, sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah bertindak. Biasakan untuk mengahargai waktu, lawanlah rasa malas dengan bersikap aktif. Banyak orang yang gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya mempunyai tujuan tapi tak mau melangkah.
6. Kebiasaan menabur benih
Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda akan menuai yang Anda tabur. Bayangkanlah, betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menebar benih ‘kebaikan’. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.
7. Kebiasaan hidup jujur
Tanpa kejujuran, kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh, bahkan bisa merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendiri tapi juga terhadap orang lain. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila Anda berbohong, kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit.
Tweet

1. Kebiasaan mengucap syukur
Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang baik, tapi juga dalam kesussahan dan hari-hari yang buruk. Ada rahasia besar di balik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen Keller yang buta dan tuli sejak usia dua tahun, telah menjadi orang yang terkenal dan dikagumi di seluruh dunia. Salah satu ucapannya yang banyak memotivasi orang adalah, “Aku bersyukur atas cacat-cacat ini, aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku”. Memang sulit untuk bersyukur, namun kita bisa belajar secara bertahap. Mulailah mensyukuri kehidupan, mensyukuri berkat, kesehatan, keluarga, sahabat, dan sebagainya. Lama kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan dan situasi yang buruk.
2. Kebiasaan berpikir positif
Hidup kita dibentuk oleh apa yang paling sering kita pikirkan. Kalau selalu berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi yang yang positif. Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah kepada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita. Sering-seringlah memantau apa yang sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera ke arah yang positif. Jadikanlah berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.
3. Kebiasaan berempati
Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain. Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginannya dan menangkap motif di balik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois, yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati, namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain, belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda, dan sebagainya.
4. Kebiasaan mendahulukan yang penting
Pikirkanlah apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah. Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yg tidak, kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda efektif dan produktif dan meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.
5. Kebiasaan bertindak
Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan, sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah bertindak. Biasakan untuk mengahargai waktu, lawanlah rasa malas dengan bersikap aktif. Banyak orang yang gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya mempunyai tujuan tapi tak mau melangkah.
6. Kebiasaan menabur benih
Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda akan menuai yang Anda tabur. Bayangkanlah, betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menebar benih ‘kebaikan’. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.
7. Kebiasaan hidup jujur
Tanpa kejujuran, kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh, bahkan bisa merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendiri tapi juga terhadap orang lain. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila Anda berbohong, kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit.
Subscribe to:
Posts (Atom)
