Showing posts with label bukan empat mata. Show all posts
Showing posts with label bukan empat mata. Show all posts

Thursday, 19 April 2012

Tekhnik Penyembuhan Mata Minus Alami (Tanpa Obat dan Kaca mata)


Peralatan Yang di Butuhkan,
1. Kamar / ruangan tertutup
2. Cermin (kalo bisa yang gede)
3. lilin


Tips-tips . . .

1. Usahain kondisi kamar gelap, kalo bisa anda cobain pas malem hari. kemudian Matikan lampu kamar anda2. . dan Nyalain Lilin yang udah di persiap kan tadi, ,

2. Kemudian, ambil Posisi bersila, boleh di atas tempat tidur maupun di lantai. Letak kan lilin itu di depan anda2 duduk bersila. Baek nya sih emg di lantai gan, , , Kalo di atas tempat tidur, Ntar kebakaran lagi maenan lilin, hehe. . .

3. Taruh cermin tersebut di depan anda duduk bersila, , , Jangan takut ya gan, walaupun cahaya lilin yang muncul dari bawah, wajah anda2 jadi keliatan kayak hantu. . . hehehe. .

4. Kemudian Tatap Ke arah tengah kedua mata anda, , , Maksudnya Gini neh, Kan tengah bola mata kita tu tetap di pangkal idung, nah anda tatap aja pertengahan mata anda itu dengan tanpa kedipan.

5. Usaha kan selama mungkin anda menatap tanpa berkedip, sampai Mata anda terasa sangat perih dan mengeluarkan air mata. Kata Dosen ane sih, Air mata yg keluar tu adalah penyakit2 mata kita (Ane sih belum dapet tinjauan ilmiah nya gan)

6. Lakukan kegiatan tersebut setiap malam, kira2 setengah jam setiap hari.

Gambar :



Insya Allah Mata anda yang susah ngeliat jauh, bakalan berkurang tingkat minus nya, Dengan arti, Mata anda bisa jernih lagi. . .

Saturday, 9 July 2011

[RENUNGAN] Percakapan 4 lilin di sebuah kamar

http://s.bebo.com/app-image/10793436606/9545936156/PROFILE/img19.imageshack.us/img19/1015/sssssssslang.gif

ada 4 lilin yang menyala di dalam sebuah kamar, sedikit demi sedikit lilin tersebut habismeleleh dan suasana terasa begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.

aku adalah Damai. namun manusia tak mampu menjagaku : maka lebih baik aku mematikan diriku saja!" demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin Damai pada.

aku adalah Iman. sayang aku tak berguna lagi. manusia tak mau mengenalku, untuk itu tidak ada gunanya aku menyala."begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkan lilin Iman tersebut.

dengan sedih giliran ketiga berbicara : aku adalah Cinta. tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. manusia tak lagi memandang dan menganggapku berguna. mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya."tanpa menunggu waktu lama, maka matilah lilin Cinta tersebut.

tanpa terduga, anak pemilik rumah itu masuk ke dalam kamar untuk mengambil 'benda-benda' miliknya di sana, dan melihat ketiga lilin telah padam. karena dia tidak bisa melihat jelas dalam gelap, ia berkata : "ekh, apa yang terjadi ? kalian harus tetap menyala, aku tidak mau rumahku gelap!"

dengan mata bersinar, sang anak mengambil lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainnya.



apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN. harapan yang ada dalam diri kita. dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat seperti anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN nya.