Showing posts with label dingin. Show all posts
Showing posts with label dingin. Show all posts

Monday, 20 June 2011

Yang INSOMNIA ada cara unik & mudah untuk mengatasi gangguan susah tidur


TRIBUNNEWS.COM - Apa yang Anda lakukan ketika mengalami insomnia? Mungkin Anda akan berusaha membuat diri mengantuk dengan menonton acara yang norak di televisi, membaca buku yang membosankan, hingga minum obat tidur.

Tetapi ada cara lain untuk mengatasi sulit tidur ini, kompres kepala Anda dengan air dingin.



Para dokter dari University of Pittsburgh School of Medicine melakukan suatu eksperimen untuk mengatasi pasien yang menderita insomnia. Sebanyak 12 pengidap insomnia primer (yang mengalami kesulitan tidur akibat stres) dan 12 pasien dengan kesehatan yang terkontrol, diberi tudung plastik yang berisi air dingin di kulit kepala dan dahi. Sebab, pengidap insomnia diketahui memiliki aktivitas otak yang lebih tinggi daripada mereka yang tak punya gangguan tidur.

Nah, tudung ini rupanya menurunkan suhu prefrontal cortex, bagian otak yang mendorong untuk tidur lelap. Akibatnya, aktivitas otak melambat, dan mendorongnya untuk beristirahat.

Setelah mengenakan tudung khusus tersebut, para pengidap insomnia ini tertidur dengan cepat. Mereka hanya butuh 13 menit untuk tertidur, yang artinya bahkan lebih cepat daripada pasien yang sehat (yang membutuhkan rata-rata 16 menit untuk terlelap). Kedua kelompok responden ini juga menghabiskan 89 persen dari waktu mereka di tempat tidur untuk tertidur lelap.

"Penemuan paling berarti dari studi ini adalah bahwa kita bisa mendapatkan dampak yang menguntungkan bagi penderita insomnia melalui mekanisme yang aman, dan mudah disediakan di rumah," papar Dr Eric Nofzinger, salah satu tim peneliti.

Meskipun demikian, ide memakai headcap berisi air dingin ini mungkin tidak semudah kedengarannya. Misalnya, seberapa dingin suhunya? Selain itu, kebanyakan dari kita tentu merasa tidak nyaman saat menempelkan sesuatu yang dingin pada kepala, apalagi di tempat tidur.

Dalam penelitian dua tahun sebelumnya, para spesialis masalah tidur di Inggris pernah menyarankan cara yang lebih simpel untuk mendinginkan tubuh. Menurut profesor Jim Horne dari Loughborough University, Anda bisa meletakkan kipas angin di samping tempat tidur untuk menghembuskan udara dingin ke arah muka. Begitu darah yang dingin dari pipi mengalir ke jantung, darah akan mengalir sepanjang arteri sambil membawa darah yang lebih hangat ke arah lain dari otak.

"Darah yang lebih dingin memasuki otak, dan menyebabkan tidur yang lebih nyenyak. Anda hanya butuh sedikit hembusan angin ke arah wajah," paparnya.


Monday, 25 April 2011

[TIPS] membikin modem cepat, sinyal kuat dan nggak panas

alat alat dan bahanya :
1. Kaleng Bekas (baru juga boleh)
2. 1 buah Headsink
3. kabel USB 1.5 - 3.0 meter
4. Modemnya lah
5. Kabel Jumper + 1unit paku
6. 2-3 unit kabel ties

Semua bahan-bahan diatas wajib disiapin tuh gan sebelum melakukan Experimennya

Cara Bikin :

1. Gabungkan Modem dengan Headsink di bagian panas modem dengan mengunakan kabel ties.

[Image: 10042011597.th.jpg]


[Image: 10042011600.jpg]




2. Bolongkan Kaleng Dan masukan ujung kabel USB ke Kaleng.

[Image: 10042011605.jpg]



3. Masukan modem ke kabel USB di dalam kaleng.
[Image: 10042011601.jpg]




4. bolongkan kaleng dengan paku(cukup kecil aja) dan masukan paku yang telah di ikat dengan kabel jumper(kedua ujung kabel udah dikupas) kedalam kaleng, dan ujung jumper yang satu lagi di atap rumah.
[Image: 10042011604.jpg]



5. Konekin modem ke PC dan rasakan kenikmatannya..

Thursday, 27 January 2011

Dua Batu Ajaib Terseret Banjir Lahar Dingin Gegerkan Warga Magelang

Magelang - Banjir lahar dingin menyeret dua batu, yang menurut kepercayaan masyarakat lokal, memiliki kekuatan ajaib. Batu itu bisa dilihat di Kali Putih, Jalan Raya Magelang-Yogya tepatnya di Desa Jumoyo, Kecamatan Salam. Tak ayal, masyarakat pun geger.

Satu batu berada di pinggir Jalan Raya Magelang-Yogya tepatnya di depan Dusun Gempol yang tenggelam oleh terjangan lahar dingin. Batu yang kedua berada di sebelah timurnya tepatnya 100 meter dari menara BTS yang berada di tengah-tengah Pasar Jumoyo.

Batu pertama berukuran sekitar tinggi 5 meter dan lebar 7 meter. Batu gunung hitam yang memancarkan sinar keputih-putihan itu sempat akan dibawa ke Kota Semarang dengan menggunakan truk.

“Waktu orang Semarang datang ke membawa batu ini, garda truknya patah saat mundur. Dibantu bapak tentara-tentara tetap tidak mampu. Saya bilang kalau mau pindah batu ini harus bilang bilang dulu, minta izin,” tutur Maryudi, warga Desa Gempol kepada detikcom.

Maryudi menceritakan, batu itu sempat ditarik dengan menggunakan tiga alat berat. Namun, alat tetap tidak mampu mengangkat batu aneh itu. Malah selang solar pengeruk putus dan bocor.

“Dibekhoe saja tidak bisa. Penambang di sini tidak ada yang berani mecah batu ini apalagi sampai dijual. Ngangkat saja tidak mampu,” ujar Yudi.

Dipecah Penambang, Batu Menangis


Selain batu besar aneh itu ada sebuah batu lagi yang diyakini warga sebagai batu yang bisa menangis sehingga warga sekitar menyebutnya sebagai “batu menangis”.

Batu ini berukuran hampir sama dengan batu pertama yang berada tepat di pinggir Jalan Raya Magelang-Yogya Km 23. Namun, kalau batu yang pertama hitam keputih-putihan batu yang kedua ini hitam kemerah-merahan.

Bagian bawah batu ini tampak basah selalu dan mengeluarkan air yang tidak henti-hentinya. Bahkan airnya sampai menetes dan menggenangi pinggir Jalan Raya Magelang-Yogya.

"Ini yang disebut warga sebagai batu menangis. Dia mengeluarkan air terus sampai menunjukkan warna kemerah-merahan,”ujar Masriyati, warga Dusun Tlogosari, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam.

Batu menangis ketika seorang penambang pasir dan batu yang merupakan warga sekitar, Sutarno, ingin memecah dan menjual batu itu. Namun, saat Sutarno memukul batu malah batu mengeluarkan air tak henti-hentinya.

“Sutarno langsung sakit panas selama tiga hari dan dibawa ke orang pintar disuruh minta maaf lalu sembuh,” cerita Masriyati.

Sampai saat ini keberadaan kedua batu itu tetap dibiarkan oleh warga sekitar. Pasalnya batu berbau mistis itu akan pergi sendiri terseret banjir lahar dingin.

“Warga sengaja membiarkan dua batu itu. Nanti kan akan pergi sendiri jika terjadi banjir lahar dingin kembali. Nanti kan teman-temanya (batu yang lain-red)akan mengajak batu yang sekarang ini pergi,” ujar Maryudi.
(nrl/nrl)
sumber: detik

Share ke teman-teman kamu, klik: