Showing posts with label bumi. Show all posts
Showing posts with label bumi. Show all posts

Sunday, 13 March 2011

Exclusive Original Picture Earthquake & Tsunami In Japan 11.03.2011

Buildings burn after an earthquake near Sendai Airport, northeastern Japan March 11, 2011



People take shelter as a ceiling collapses in a bookstore during an earthquake in Sendai, northeastern Japan March 11, 2011



Houses are swept by a tsunami in Natori City in northeastern Japan March 11, 2011



The oncoming tsunami strikes the coast in Natori City, Miyagi Prefecture, northeastern Japan, March 11, 2011. The biggest earthquake to hit Japan in 140 years struck the northeast coast on Friday, triggering a 10-meter tsunami that swept away everything in its path, including houses, cars and farm buildings on fire



People watch the aftermath of tsunami waves covering a port at Kesennuma in Miyagi Prefecture, northern Japan, after strong earthquakes hit the area Friday, March 11, 2011



Houses are in flame while the Natori river is flooded over the surrounding area by tsunami tidal waves in Natori city, Miyagi Prefecture, northern Japan, March 11, 2011, after strong earthquakes hit the area



Natural gas containers burn at a facility following an earthquake in Chiba Prefecture near Tokyo March 11, 2011



Seismologist Bernd Weber of Germany's Geoscientific Research Institute GFZ in Potsdam poses for the media as he points on a graph with the magnitude of the earthquake in Japan on a monitor in Potsdam, March 11, 2011













share ke teman teman, klik:











Monday, 24 January 2011

Crop Circle Asli Pakai Teknologi Pemanasan



Jakarta - Simbol yang terbentuk di areal persawahan Berbah, Sleman, Yogyakarta masih penuh misteri. Kuat dugaan, simbol itu buatan manusia. Namun untuk memastikan, dapat dilihat dari teknik yang digunakan untuk merobohkan batang-batang padi di sawah itu.

Ketua Komunitas UFO Indonesia (UFO-Indonesian Community), Michael Gumelar mengatakan, jika bulatan itu benar-benar crop circle, teknologi yang dipakai adalah teknologi pemanasan.
Hasil teknologi pemanasan ini sangat rapih, berbeda dengan buatan manusia yang biasanya terlihat dari ketinggian padi yang tidak rata.

"Yang asli itu dengan teknik pemanasan tinggi, di satu titik sama semua," kata Michael dalam perbincangan dengan detikcom, di Jakarta, Senin (24/1/2011).

Menurut Michael, teknologi semacam itu belum bisa dilakukan manusia di bumi. "Itu seperti sudah ter-computerized, tidak bisa dilakukan manusia di bumi," kata pria yang juga pengajar di Universitas Multimedia Nusantara ini.

Dia menjelaskan, teknologi pemanasan yang menjadi dasar pembuktian keaslian crop circle sudah ada panduannya dari para peneliiti di luar negeri. "Guadiance itu sudah berdasarkan riset," kata pria yang percaya ada kehidupan lain di luar bumi ini.

Seperti diberitakan, sebuah lingkaran menyerupai crop circle terbentuk di atas tujuh hektar lahan persawahan di Dusun Jogomangsar, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta.

Lingkaran 'UFO' yang dikenal sebagai crop circle ini menghebohkan warga sejak Minggu kemarin. Mereka heran melihat lingkaran simetris di sawah milik Ngadiran dkk, padahal lingkaran itu belum ada pada Sabtu (22/1) lalu.

Lingkaran itu terbentuk karena posisi padi rebah berputar ke arah kanan. Padi yang masih berdiri setinggi sekitar 60-70 cm, sedangkan yang rebah setinggi sekitar 50 cm. Lingkaran itu hingga kini masih misterius. Sejumlah ahli percaya crop circle itu buatan manusia.

(lrn/ken)
sumber detik

Thursday, 23 September 2010

MenHan Inggris Liam Fox: Badai Geomagnetik Lumpuhkan Seluruh Bumi

Badai Geomagnetik Lumpuhkan Seluruh Bumi


Menteri Pertahanan Inggris Liam Fox membuat pernyataan di konferensi emergensi di London, kemarin. Menurutnya, tiga tahun lagi bakal ada ledakan begitu dahsyat di Matahari. Energi sebesar itu bakalmelumpuhkan Bumi. "Kondisi kaos akan terjadi gara-gara ledakan itu," kata Fox.

Menurut Fox, ledakan itu mengakibatkan pembangkit listrik hancur, sistem komunikasi rusak, pesawat terbang jatuh, pasokan makanan hancur, dan jaringan internet mati total. "Bencana kerusakan itu seperti terjadi pada 1859 ketika ledakan mahadasyat terjadi di Matahari," imbuhnya.

Di dalam konferensi yang diselenggarakan oleh Dewan Keamanan Infrastruktur Kelistrikan informasi soal ledakan itu mengemukan. Para pakar itu mengatakan kalau Matahari bakal mencapai puncak krisis peredarannya pada 2013. Dampaknya adalah energi magnetik dari Matahari akan menjadi besar sehingga memicu radiasi badai. Akibatnya, terjadi kobaran api di alam semesta.

Kondisi seperti itu, menurut para pakar lagi terjadi setiap 100 tahun sekali. Pada kejadian 1859, sekitar dua pertiga langit yang terlihat dari Bumi menjadi merah membara. "Kondisi seperti ini bakal terjadi lagi dengan memicu terjadinya badai di beberapa kota modern seperti London, Paris, dan New York," kata mereka sembari menambahkan kalau pada 1989 kejadian padamnya pembangkit listrik di Quebec, Kanada adalah gejala dari ledakan tersebut.




Kendati demikian, sebagaimana warta The Sun pada Selasa (21/9/2010), Fox meminta para pakar dalam konferensi itu menyusun strategi masa mendatang. "Kita sekarang mengambil keuntungan dari kemajuan teknologi tapi kita juga menciptakan kondisi mudah diserang yang dimanfaatkan oleh musuh-musuh kita," katanya.

Sementara itu salah seorang peserta yang juga mantan penasihat dewan pertahanan AS Dr Avi Schnuur mengatakan,"Badai geomagnetik akan menghantam Bumi. Kita tak bisa menunggu untuk membiarkan hal itu terjadi."

Sementara itu, pihak peneliti dari Universitas Santo Andreas, Inggris, mengatakan Bumi akan dilanda hujan permata. Hujan itu terjadi lantaran debu-debu luar angkasa terkena ledakan geomagnetik tersebut.
Sumber Kompas.com