BUY OBLIGATION AND EARN HIGH ROI MONTHLY DIVIDEND - KLIK DISINI


DOWNLOAD GRATIS: E-BOOK RAHASIA MAFIA / BEBAS HUTANG / KAYA RAYA DENGAN KARTU KREDIT - KLIK DISINI

Thursday, 6 May 2010

Menelan Sperma = Awet Muda? Bener ga sih?





Adegan menelan sperma pasti sering Anda jumpai di film porno yang terlihat sangat menggoda. Kalau sudah begitu bermacam mitos positif sperma yang bisa membuat awet muda, mungkin jadi senjata Anda untuk merayu pasangan agar mencobanya. Namun benarkah seperti itu? Kami akan menjawab teka-teki ini bersama Dr. Evert Pangkahila.
NAMANYA juga mitos, boleh percaya-boleh tidak. Begitu juga dengan mitos yang sering Anda dengar yakni khasiat sperma yang membuat awet muda dan panjang usia yang ternyata masih sangat dipercaya. Bahkan berbagai artikel yang sudah dipublikasi oleh dokter dan pakar tak mempan mengubah stigma yang sudah terlanjur melekat.

Seperti kisah Gama (32), sebut saja demikian, setelah membaca artikel manfaat sperma, ia buru-buru menyuruh istrinya untuk mencoba meminum spermanya. Sayang keinginannya bertepuk sebelah tangan. Sang istri menolak karena anjuran Gama menurutnya sungguh menjijikkan.

“Saya makin yakin dengan mitos tersebut saat membaca saran dokter di sebuah surat kabar bahwa dengan menelan sperma dan mengoleskan di wajah, bisa bikin tidak keriput dan tetap bergairah. Sampai saat ini kami masih sibuk mencari tahu kebenarannya,” jelas Gama pada POPULAR.

Mungkin pengalaman Gama juga dialami banyak pria lainnya. Penelitian kebenaran mitos sperma memang tengah digalakkan, seperti penelitian yang dilakukan ilmuwan Universitas Graz di Australia yang menemukan senyawa spermidine dalam sperma manusia bisa menjadi langkah baru menunda dan memperlambat proses penuaan.

Jadi yang berefek sebagai formula awet muda adalah spermidine. Sebenarnya spermidine tidak hanya terdapat dalam sperma, banyak sumber penghasil spermidine seperti buah anggur yang memiliki kadar spermidine tinggi.

Hasil penelitian spermidine ini telah diuji coba pada sel-sel darah manusia. Para peneliti mengatakan penuaan terjadi ketika autophagy – yaitu proses daur ulang sel-sel yang rusak tidak bekerja dengan baik. Proses ini berfungsi memelihara keseimbangan pertumbuhan dan regenerasi sel. Para ilmuwan menemukan dengan menambahkan spermidine dapat mengurangi radikal bebas dan meningkatkan masa hidup sel.

Menanggapi penelitian tersebut, Dr. Evert Pangkahila menjelaskan penurunan kadar spermidine dalam sel darah merah dan sel darah putih mempercepat proses penuaan. Maka itu penelitian mengenai spermidine yang terdapat dalam sperma makin marak dilakukan.
Sementara itu publikasi penelitian oleh Soda K, dkk dari Saitama Medical Centre, Jichi Medical University, Jepang pada November 2009 lalu menyebutkan bahwa tikus yang diberikan makanan yang kaya kandungan spermidine memiliki insiden kelainan ginjal (glomerulosklerosis) yang lebih kecil dari kelompok tikus yang rendah spermidine, yang berarti tikus dapat hidup lebih lama.

“Namun yang perlu diingat belum ada penelitian yang dilakukan pada manusia secara utuh dan belum ada data pasti yang menyebutkan berapa konsentrasi spermidine yang diperlukan untuk mencapai efek yang diinginkan dalam tubuh manusia,” jelas Evert.

Hingga kini berbagai penelitian masih digodok untuk membuktikan seberapa valid khasiat cairan ejakulasi tersebut. Nah, jika lewat jalan dalam alias ditelan belum dapat dipastikan khasiatnya, bagaimana dengan fungsi sperma untuk bagian luar tubuh, salah satunya penggunaan sperma sebagai masker?

“Sah-sah saja jika ingin dilakukan. Mengenai efektivitasnya belum ada bukti yang signifikan untuk mendukungnya. Apakah spermidine dapat diserap lewat kulit dan mampu menghilangkan kerut juga belum ada publikasi ilmiahnya,” jawabnya.

Selain dipercaya sebagai alat penangkal penuaan dan resep panjang umur, menelan sperma juga banyak diakui pasangan sebagai cara untuk menambah gairah baru dalam hubungan intim. Mereka percaya saat pasangan menelan sperma, ada sensasi dan kepuasan tersendiri. Menurut Dr. Evert hal tersebut sangat subjektif. Jika si pria bergairah apabila pasangannya menelan sperma tentu dapat menambah gairah baru, sebaliknya jika wanita merasa tidak nyaman hal itu justru membuat pasangan tersiksa. Yang terpenting kesepakatan melakukan dan telah dikomunikasikan dengan baik.

Namun ada juga wanita yang mengaku ketagihan menelan cairan ejakulasi tersebut setiap hari, entah karena terobsesi atau memang menyenangi ritual tersebut, apa benar minum sperma bikin ketagihan?

“Kalau masalah addict kemungkinan besar secara psikologis saja, mungkin wanita tersebut sangat menikmati ‘ritual’ yang dijalankannya. Namun secara kedokteran tidak ada bahan dari sperma yang menyebabkan kecanduan,” urainya.

Berbicara soal addict, pertanyaan yang timbul berikutnya adalah apakah memungkinkan bagi pasangan yang ingin menyimpan sperma untuk sengaja diminum atau dioles sebagai masker? Adakah batas expired-nya?

“Batas expired tergantung dari suhu penyimpanannya, namun itu semua hanya untuk tujuan kedokteran. Sperma dapat disimpan dalam suhu dingin hingga bertahun-tahun. Kalau untuk tujuan minum dan masker tidak diketahui kapan batas expired-nya, karena memang tidak pernah dilakukan,” jelasnya.

Sperma Layak Komsumsi
Sebelum meminta pasangan Anda menelan sperma baiknya Anda tahu dulu sperma sehat yang layak dikonsumsi. Jangan sampai sensasi baru yang ingin Anda rasakan merugikan pasangan.
“Sebenarnya tidak ada definisi yang mengatakan mana sperma yang layak dan mana yang tidak untuk ditelan. Karena tidak pernah ada anjuran untuk menelan sperma. Jadi dunia kedokteran merasa tidak perlu untuk memikirkan mana sperma yang layak ditelan dan mana yang tidak. Yang perlu diketahui, bahwa virus HIV dalam konsentrasi tinggi ditemukan dalam cairan ejakulasi orang yang terinfeksi,” jawab Evert.

Bahasan seputar sperma rupanya banyak peminatnya, berbagai informasi mengenai air mani ini dapat dengan mudah ditemui dan diakses lewat internet. Sayangnya banyak data yang tidak menyebutkan sumber sehingga terasa membingungkan.

Bagi orang awam, rincian tersebut ternyata sangat menggiurkan, cukup mengkonsumsi sperma sudah banyak asupan berguna bagi tubuh layaknya seperti vitamin. Pertanyaannya apakah semua kandungan tersebut berfungsi?

Menanggapi informasi yang kadung menyebar tersebut, Dr. Evert mengatakan pada dasarnya kandungan di atas ada gunanya. Namun harus diperhatikan apakah kandungan itu sudah mencukupi kebutuhan harian minimal yang diperlukan tubuh dalam sehari, dan apakah konsentrasinya sudah cukup untuk menimbulkan efek dan manfaat yang diinginkan.

“Contohnya kalsium, memang benar kalsium penting untuk mempertahankan kekuatan tulang, tapi apakah dengan kandungan kalsium pada sperma (25mg), besar pengaruhnya bagi tubuh? Begitu juga dengan kandungan lainnya. Mungkin hal itu bisa dicermati lebih lanjut. Jadi, memang hingga saat ini khasiat dari sperma masih merupakan mitos, sampai nanti entah kapan bisa terbukti.”

Sementara itu menurut Dr. Wimpie Pangkahila, khasiat sperma hanya sebuah mitos dan tak ada manfaat apapun. “Saya kira semua itu hanya mitos, jadi kalau mau menelan ya silakan saja hanya untuk sensasi. Yang pasti menelan sperma tidak ada manfaat apapun,” pungkasnya.
Novi Nadya

No comments:

Post a Comment